Manusia Lebih Berharga

DI 12082026

Matius 12:12
Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.”

Bgmna kita memperlakukan manusia kalau dibandingkan dgn memperlakukan hewan piaraan? Kadang terlihat sangat miris, yang terlihat kadang justru hewan kelihatannya lebih baik diperlakukan.

Hak tiap org untuk menggunakan hartanya, termasuk memiliki hewan untuk dipelihara, mulai dr yg murah harganya, hingga ada yg menyentuh harga milyaran rupiah. Ada yg sekedar hobby, tp ada jg yg dijadikan bisnis, tentu ini tdk bs diganggu gugat. Tapi bgmna cara kita memperlakukan org, kadang tidak sebaik kita memperlakukan hewan piaraan. Misalnya brpa uang yg dikeluarkan utk satu bulan makanan & fasilitas utk memelihara hewan piaraan, kadang jumlahnya terlihat sangat jauh besarannya. Misalkan seseorg memelihara anjing Husky yang butuh selalu suhu udara dingin, ada yang menghidupkan AC 24 jam/hari, blm lagi makanannya yang jenis premium, aksesoris pakaian yg pasti tdk murah, dsbnya. Misalkan saja biaya yg dikeluarkan di atas 2 juta per bulannya, ini kalau dibandingkan pengeluaran kita untuk membantu sesama yg kekurangan, apakah jg sama besarnya?

“Hewan piaraan kan bs menghibur kita, lalu apakah org yg kita berbuat baik padanya bs jg membuat kita senang?” Mgkin ini pikiran sebagian kecil org ttg timbal balik saat dia mengeluarkan sejumlah uang. Tapi di ayat ini jelas, Yesus sndri mengatakan manusia lebih berharga drpd hewan. Perlakukan dgn jauh lebih baik terhadap manusia drpd pada hewan. Punya harta berlimpah, boleh untuk punya hewan piaraan, tp jgn lupa, di sekitar kita jg ada sesama yg kekurangan, yg butuh pertolongan. Jika kita mampu menolong, ya jgn menutup mata dan telinga seolah-olah tdk tahu yang terjd: “Siapa memberi kepada org miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki (Amsal 28:27). Ingat, harta kita itu pemberian Tuhan jg, kalau Dia tdk izinkan kita memilikinya, maka kita tentu tdk akan bs memilikinya, gunakan jg utk Tuhan.

Menikmati harta itu hak tiap org, tapi jangan mengabaikan manusia yabg lebih berharga drpd hewan, tolonglah sesama dgn harta yg kita miliki dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Lebih Berharga

Kegiatan Iblis

DI 11082026

Ayub 1:7
Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”

Apa yg iblis lakukan di dunia ini? Salah satu informasi yg kita dapat dr ayat ini yaitu iblis menjelajah bumi, berkeliling, naik turun dan tentunya ada hal yg jadi tujuannya.

Apa tujuannya iblis berkeliling? Kita lihat dr ayat ini: Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yg dimilikinya? Apa yg dikerjakannya telah Kau berkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu (Ayub 1:10). Jadi iblis mengamati semua gerak gerik yg manusia lakukan, dia tahu keadaan kita yg paling detail dan ini yg paling perlu utk kita waspadai: dia bs melihat kita secara alam roh, ini terlihat dari ayat ini, dia bisa melihat pagar Tuhan atas Ayub dan rumahnya. Hal ini yg perlu kita berhati-hati, kita tdk bs lihat keadaan alam roh kita (kecuali bbrpa orang yg diberi Tuhan kemampuan utk itu), hanya bs melihat apa yg dilihat mata jasmani. Dan pastinya iblis selalu mencari kesempatan utk merusak hidup kita, dan kesempatan itu datang saat Tuhan berbicara ttg Ayub serta kualitas rohaninya.

Kita diingatkan ayat ini: “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis” (Efesus 4:27). Di terjemahan lain dikatakan jgn memberikan tempat bagi iblis. Ini spt membiarkan iblis utk masuk dlm rumah. Di ayat lain, kita lihat ini: “Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yg lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yg jahat ini (Matius 12:45). Jgn sediakan tempat bagi iblis, jgn beri dia kesempatan merusak hidup kita, jd jgn anggap dia spt seorg yg remeh, tp perlu kita waspada, dia mau menguasai kita dan ini disebut kerasukan roh jahat, keadaan diri kita akan sangat buruk bahkan berakhir ke neraka jika kita dikendalikan oleh iblis. Jgn main-main dgn keselamatan kita.

Tuhan ingin kita dlm keadaan aman, pagar yg Dia sediakan jgn sampai hilang, karena akibatnya akan sangat buruk dan kita alami semua yg memilukan hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Kegiatan Iblis

Gara-Gara Dipuji Tuhan

DI 10082026

Ayub 1:8 (TB)
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”

Menjd org yg dipuji Tuhan itu sesuatu yang pastinya dambaan setiap umat Tuhan, tapi apa dampaknya selalu positif? Kisah Ayub menjd suatu contoh yg bs kita pelajari, tdk selalu dipuji Tuhan itu berdampak baik bagi org itu. Zaman itu Ayub menjd org no.1 yg dipuji soal kesalehannya, kejujurannya, dan takut akan Tuhannya, berarti kualitas rohani Ayub bkn spt org kebanyakan. Tetapi pujian dr Tuhan ini justru memancing niat jahat dr iblis untuk merusak hidup Ayub. Seandainya Tuhan tdk memuji Ayub, mgkin hidup Ayub damai-damai saja. Tapi apakah memang ini suatu ‘ketidak sengajaan’ yg Tuhan lakukan? Ataukah memang Tuhan merencanakannya dr awal? Bgmna menjelaskan hal ini secara Alkitabiah? Tentunya butuh suatu kajian yg tdk sederhana utk hal ini. Tetapi kesimpulan yg kita dapati mgkin bs sedikit memahami kisah Ayub ini.

Tuhan itu Mahatahu, berarti Tuhan tahu apa yg dipikirkan iblis, jd mgkin saja iblis sudah mengincar Ayub, hal ini karena dia berjalan mengelilingi dan menjelajah bumi. Alasan Tuhan memuji Ayub mgkin memang suatu ‘kesengajaan’ untuk menguji Ayub memakai tangan iblis. Di sini kita bs memahami bhw bila dipuji Tuhan, berarti ada ujian setelah pujian ini. Ada pujian berarti ada ujian yang menyusul setelahnya. Sehabis ujian pasti ada hasil yg didapatkan, apakah kualitas yg dimiliki itu memang sesuai pujiannya atau malah di bawah standart, tetapi pujian dari Tuhan tdk mgkin salah, tetapi hasilnya bisa berbeda kalau ujian ini ditujukan utk suatu kenaikan level rohani seseorg. Ini yg terjadi pd Ayub, rohaninya ingin ditingkatkan, jadi ujiannya jg bukan ujian biasa, hrs mengikis hal yg masih belum sempurna dlm diri org itu.

Sehabis dipuji Tuhan, bersiaplah akan ujian yg akan mendatangi kita, jgn terlena apalagi sombong, pujian itu jgn sampai membuat kita jatuh.

Posted in Renungan | Comments Off on Gara-Gara Dipuji Tuhan

Mengapa Tidak Dihormati?

DI 08082026

Markus 6:4-5
Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.

Di tempat asal Yesus, Dia tdk dihormati sbg seorg nabi, org menilai Yesus berdasarkan latar belakang-Nya sblm Dia mulai melayani yg memang terlihat biasa saja.

Seorg nabi tdk dihormati di tempat asalnya, apakah ini hanya ungkapan ttg diri Yesus yg sifatnya bkn pernyataan umum? Di Alkitab, kita bs temukan bbrpa nabi yg tdk dihormati dan bahkan tdk dipercaya. Elisa diolok-olok dg sebutan ‘kepala botak’ (2 Raja-Raja 2:23), Mikha tdk disukai raja Ahab (1 Raja-Raja 22) Agaknya org pny kriteria sndri ttg seorg nabi dan jika tdk sesuai kriteria, orang itu ditolak. Latar belakang Yesus menjadi alasan tidak terpenuhinya kriteria seorg nabi bagi orang di tempat asal-Nya. Nabi-nabi seringkali tdk disukai karna tdk bernubuat yg baik tentang raja dan bangsa, dsbnya. Mungkinkah hal ini masih terjd di zaman skrg? Mgkin saja, latar belakang seorg pelayan Tuhan bs jd alasan dia tdk dihormati, sementara banyak orang telah terberkati lewat pelayanannya. Patut atau tdk bila kenabian seseorg hrs lulus dari kriteria seorg nabi yg ditentukan manusia?

Bbrpa waktu belakangan ini mulai ada satu ‘trend’ baru di kalangan hamba Tuhan. Ingat bhw skrg hamba Tuhan lebih suka dipanggil Ps dibandingkan Pdp, Pdm dan Pdt. Ketika dipanggil sbg Ps, rasanya lebih mantap dan sejajar dgn hamba Tuhan luar negeri. Mulai muncul jg hamba Tuhan yg senang disebut ‘Prophet atau Nabi’, disusul dgn trend yang berikutnya: senang disebut ‘apostle/rasul’, lebih keren kedengarannya. Apakah hal ini demi tdk ditolak pelayanannya? Bahkan ada kabar burung bahwa gelar akademis teologi itu bs ‘dibeli’, konon katanya tdk kuliah, tapi punya ijazah teologi, cukup bayar sejumlah besar uang dan dapat gelar teologisnya. Jd supaya tdk ditolak, hrs punya gelar di depan dan belakang namanya. Tentu masih bnyk yg bergelar karena mengikuti cara yg benar dan ada catatan historisnya, jadi tentunya ini sebatas oknum perorangan.

Kita melayani bkn utk dihormati, disanjung, atau diperlakukan bak seorg raja, jd populer itu hanya efek samping, bkn tujuan utama dlm melayani.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Tidak Dihormati?

Jangan Berdosa Lagi

DI 07082026

Yohanes 8:11 ILT3
Dan dia berkata, “Tidak ada seorang pun, ya Tuan.” Lalu YESHUA berkata kepadanya, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan janganlah berdosa lagi!”

Apa maksud perintah Yesus pd perempuan yg Dia bebaskan dr hukuman akibat dosa yg perempuan itu lakukan? Bukankah sangat sulit utk tdk berdosa lagi?

Kadang kita berpikir terlalu di permukaan tp kehilangan fokus yg ingin Tuhan sampaikan pd kita lewat sebuah peristiwa. Pada realita yg ada, tdk ada satu manusia pun yang tdk lagi berbuat dosa setelah diampuni Tuhan. Mgkin tdk mengulangi dosa yg sama, tetapi melakukan dosa jenis lain. Lalu apa maksud perkataan Yesus dlm ayat ini? Bukankah ini sama saja menyuruh kita melakukan hal yg di luar kemampuan kita? Kita kembali pada konteks kisah ini, dosa yg dilakukan adalah dosa zinah, jadi di sini kita dapat pengertian yg mudah: hukuman dosa zinah waktu saat itu adalah dirajam sampai mati, jadi jikalau perempuan ini kembali berbuat zinah, lalu tertangkap basah, maka pasti dia akan mati dirajam. Kali itu dia beruntung, dibawa pada Yesus dan tdk dihukum, di lain waktu pasti dia akan mati kalau ketahuan berzinah.

Sesuatu yg sebenarnya mudah kita pahami justru seringkali kita buat rumit, shga kita jd salah memahaminya. Penting utk tetap pd konteks kisah utk kita memahami pelajaran apa yg bisa kita dapati dr kisah dlm Alkitab. Hal yg bs kita pelajari ialah Tuhan tdk ingin kita trs melakukan dosa yg sama. Dia ingin kita menaklukkan keinginan untuk berbuat dosa, bkn malah menjd hamba dosa. Dosa tetaplah dosa di mata Tuhan, siapapun yg melakukannya pasti dihukum. Memang ada pengampunan dosa, tp itu bukan mengubah yg adalah dosa menjd bukan dosa. Dikasihi Tuhan bukan berarti bebas lakukan apapun, lakukan dosa lalu minta pengampunan, tapi mengulangi dosa lagi, ini namanya sesuatu yg mempermainkan kasih Tuhan, ingat bhw ada surga dan neraka, mau masuk yg mana, tergantung perbuatan kita, jgn heran kalau nantinya kita di tempat yg ‘berapi’.

Seriuslah kalau bertobat, jgn anggap murah pengampunan yg Tuhan berikan, tunjukkan buah dr pertobatan kita yaitu hidup berubah menuju kekudusan yg berkenan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Berdosa Lagi

Sengaja Berdosa

DI 06082026

Yohanes 8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Kisah perempuan yg kedapatan berzinah tp dibebaskan oleh Yesus ini seringkali kurang tepat dimaknai, sehingga kita kehilangan yg esensi dr kisah ini.

Hal yg sering ditanyakan: di mana si pria yg tertangkap basah dgn perempuan itu waktu mereka berzinah? Kita pakai logika saja yg sederhana: pria ini mati dirajam dg batu. Ini alasannya: yg menggerebek mereka adalah para ahli Taurat dan Farisi, pasti sesuai dgn hukum Taurat, mereka merajam keduanya. Kemungkinan yg terjd adalah muncul suatu pikiran, si pria dihukum, tp si perempuan ini dijadikan ‘sandera’ utk alat mencobai Yesus. Jd secara logika, si pria ini mati dirajam, tdk dilepaskan. Para ahli Taurat dan Farisi ingin memaksa Yesus merajam si perempuan ini, tp kenyataannya mereka sendirilah yg salah sehingga jawaban Yesus bgtu tepat kena pd inti masalahnya ttg ini: Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu (Yohanes 8:7).

Adalah sebuah pelanggaran hukum Taurat jika mendapati perempuan yg berzinah tapi membiarkannya hidup. Inilah dosa mereka, para ahli Taurat dan Farisi. Seringkali jalan pikiran kita ‘sesat’ dgn mengira yg dimaksud Yesus adalah dosa secara menyeluruh, dari sejak lahir hingga saat itu. Kalau demikian, jabatan hakim, polisi, dsbnya, tdk usah ada karena mereka semua pernah berdosa. Kita jgn menegur karena kita jg pernah buat hal yg salah. Bukan begitu pola pikir yang benar tp yg Yesus maksud mereka berdosa karna melanggar hukum Taurat, si pria dirajam tp si perempuan dibiarkan hidup. Lebih parah lagi mereka berniat mencobai Tuhan! Jadi jgn terbiasa berpikir sempit dan pendek. Ini tdk baik bagi pertumbuhan rohani kita, sulit utk memahami Alkitab dgn konteks sesuai keadaannya. Jgn cepat mengambil sebuah kesimpulan tanpa data yg akurat.

Kita semua pernah berdosa, tapi bkn berarti kita tdk usah menegur, mengingatkan serta menasehati, lakukan dgn atas dasar kasih, bukan keinginan menghakimi.

Posted in Renungan | Comments Off on Sengaja Berdosa

Bahaya Mengagumi Berlebihan

DI 05082026

Markus 13:22
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.

Kagum dengan hamba Tuhan yg berkarunia bs membuat mujizat? Waspadalah, Alkitab sdh dgn jelas memperingatkan bhw di akhir zaman ini akan banyak muncul mesias dan nabi palsu.

Org sakit tentu berharap bs sembuh, salah satunya minta dilayani oleh hamba Tuhan. Ini tdk salah, namun kita sulit memastikan, ini hamba Tuhan yg ‘asli’ atau palsu? Tentu yg palsu jg bs bergelar akademis spt STh & seterusnya, bs jg seorg Pdt, asli atau palsu di sini dimaksudkan apakah dia itu sungguh org yg diutus dan dipilih Tuhan utk berhak menggunakan karunia mengadakan mujizat dan membuat tanda ajaib? Kelihatannya bs sama, tapi pasti ada perbedaannya. Pernah dlm bbrpa kasus, ada tudingan seorang Pdt yg menggunakan kuasa gelap dlm praktek kesembuhan dan mujizat. Hanya beberapa org tertentu yg bs membuktikan apakah yg dituduhkan pd seorg hamba Tuhan itu hal yg benar atau salah. Hanya mereka yg pny karunia membedakan roh saja yg bs untuk membuktikan keaslian dr identitas hamba Tuhan, dia benar atau palsu.

Dlm ayat ini jg diingatkan bhw target yang dipilih ternyata bkn hanya jemaat umum, tp jg org-org pilihan. Siapa ini? Org-org terpilih yg Tuhan pastikan utk diselamatkan. Tujuan dr para mesias dan nabi palsu adalah untuk menyesatkan banyak org termasuk mereka yg terpilih. Sederhananya begini: dibuat jadi kagum pd kehebatan mesias dan nabi palsu lalu mulai didoktrin tertentu hingga akhirnya Tuhan tdk lagi jd yg disembah, tapi berubah ‘menyembah’ mesias dan nabi palsu. Perlu disadari, bgmna mereka bisa menyesatkan kalau mereka tdk bergerak dlm gereja? Jadi waspadalah! Mereka bkn org di luar gereja, identitas KTP mgkin beragama Kristen, tapi mereka tdk menyembah Tuhan, tapi mereka inilah anak buah iblis yg berusaha utk dapat menyesatkan bnyk orang mengikuti mereka dan tentunya menggagalkan org Kristen utk bs masuk surga. Mengerikan bukan?

Cukup sebatas mengagumi saja, lebih dari itu akan berujung pd menyerahkan jiwa pd kegelapan dan melawan Tuhan, ingatlah di akhir zaman ini akan bnyk penyesatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Mengagumi Berlebihan

Bukan Kasih Yang Manja

DI 04082026

Ibrani 12:6
karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Apa bentuk kasih Tuhan pd anak-anak-Nya? Seringkali kita ‘terbius’ oleh khotbah, ajaran ataupun renungan yg hanya menceritakan figur Tuhan yg ‘tdk tegas’.

Ayat ini menunjukkan sisi kasih yg berbeda dari Tuhan. Kata menghajar dlm bahasa asli ialah paideuō yang berarti to train up a child that is educate or discipline or punishment (untuk melatih seorg anak yg mendidik atau disiplin atau hukuman). Setiap anak pernah melakukan kesalahan yang ‘berat dan besar’ sehingga perlu suatu tindakan supaya tidak terulang demi menjaga masa depan anak di anak bs menjd org yg baik. Maka dipandang perlu bkn sekedar mengajar teori semata, tp jg perlu menghajarnya, ada rasa sakit terasa saat dihajar, itu sbg efek jera sekaligus sbg pengingat supaya lain wkt jgn mengulangi jgn mengulangi perbuatan salahnya. Karna itulah koreksi pikiran kita ttg bgmna Tuhan mengasihi kita sbg anak-Nya: Dia tdk segan menghajar kita bila melakukan kesalahan yg sangat besar dan fatal. Di sinilah kadang org merasa tdk lagi dikasihi Tuhan, padahal dialah yg bermasalah.

Kemudian kata menyesah dlm bahasa asli adalah mastigoō yang berarti mencambuk. Bayangkan seorg ayah sedang mencambuk anaknya yg masih muda, zaman skrg sudah dianggap melanggar HAM, tp begitulah cara didikan pd zaman itu. Ada bbrpa tujuan jika orgtua mencambuk anaknya: utk motivasi, utk mengkoreksi, dan sbg hukuman. 3 jenis cambukan ini bertujuan mendidik, dilakukan atas dasar kasih, ini seringkali disebut sbg ‘cambuk kasih’, dan pasti menimbulkan rasa sakit pd tubuh, sbg efek jera. Jgn dibodohi trs dgn gambaran Tuhan yang ‘memanjakan’ anak-Nya: dipeluk, dilindungi, disayangi dgn maksimal, dsbnya. Mulailah berpikir bahwa Tuhan tdk toleran dgn dosa dan kesalahan yg kita lakukan, Dia bkn spt orgtua yg luluh hatinya karena sikap gemas anaknya waktu ketahuan berbuat salah, tdk menghukum & malah memanjakan. Tuhan itu tegas!

Kasih Tuhan bukan utk memanjakan kita, di sini kita perlu ingat: Dia tdk toleran akan yg jahat dlm diri kita, terimalah disiplin yg Dia berikan, itu baik utk masa depan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Kasih Yang Manja

Mengagumi Yang Salah

DI 03082026

Markus 13:1-2
Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!”
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

Para murid mengagumi bangunan Bait Suci yg megah & kokoh, tp ternyata di kemudian hari bangunan itu diruntuhkan, kemegahan yg berubah menjd kehancuran.

Apa yg kita banggakan, suatu saat bs terjadi suatu hal yg mengubah semuanya. Apa yg hebat dibuat manusia, bs hilang dan hancur seketika. Seringkali manusia mengagumi yg bagian ‘luar’ saja, apalah hebatnya bait suci ya megah & kokoh tanpa kehadiran Tuhan di dlmnya? Jadi kita bandingkan dgn kemah yg dibuat Daud utk tempat tabut perjanjian diletakkan. Zaman raja Daud, Israel ada dlm masa kejayaannya. Walaupun hanya dalam kemah, bukan gedung megah dan kokoh, tp kehadiran Tuhan begitu nyata. Memang jd lebih berharga bila gedung megah & kokoh dr bait suci ini ada kehadiran Tuhan di dlm bait sucinya, spt pernah terjd pd zaman raja Salomo, tp sejarah mencatat bhw bait suci inipun akhirnya dirusak dan bangsa Israel dijadikan tawanan oleh kerajaan Babelonia. Jadi ini ttg bgmna mempertahankan supaya kehadiran Tuhan terus ada dlm bait suci.

Hal serupa jg terjd di zaman skrg ini. Gereja yg bergedung megah dianggap gereja yang sukses dan modern. Jumlah jemaat yg dtg ibadah kadang jd ukuran kesuksesannya. Di dlm sejarah gereja modern, pernah muncul bbrpa sinode dan gereja yg megah dan juga berjemaat besar, ada yg hingga jutaan org jemaatnya. Tp itu hanya bertahan tdk lama, konflik intern dlm keluarga hamba Tuhan & kepengurusan gereja, memicu perpecahan dan akhirnya kemegahan yg ada hanya dari kemegahan gedungnya, jemaat berkurang & kisah konflik intern menjd aib yg jd rahasia umum. Ibadah bkn lagi fokusnya pd Tuhan, tapi bgmna meng-entertain jemaat supaya tdk pindah gereja, bs menarik jemaat gereja lain utk akhirnya pindah. Ibadah serasa spt konser lagu-lagu Kristen dan motivasi dgn dalih sebuah khotbah. Lupa bhw kehadiran Tuhan dlm ibadah, inilah yg hrs terjadi, bkn pujian dr manusia.

Jgn hanya kagum penampilan luar, itu akan bs berubah kapan saja, tp kehadiran Tuhan dlm hidup kita itu hrs nyata, jgn tukarkan dg yg lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengagumi Yang Salah

3 Peran Tuhan Yesus

DI 01082026

Matius 25:1
“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

Yesus memberikan 3 perumpamaan secara berurutan yg di dalamnya ada tokoh-tokoh yg sebenarnya adalah gambaran ttg Yesus sendiri.

Pertama, Yesus sbg ‘mempelai laki-laki’, ini gambaran ttg kedatangan Dia kembali yang kedua kalinya ke dunia nanti. Bagi yg dapat siap menyambut-Nya, maka mereka masuk dlm ‘pesta’ itu, jadi perumpamaan ini punya tujuan supaya tiap org pada saat menjelang kedatangan-Nya kembali, melakukan suatu persiapan yg matang spya dianggap layak ikut dengan ‘mempelai laki-laki’. Ada orang yg menilai ini gambaran ttg pengangkatan atau ‘rapture’, ya tentunya hrs dihargai. Lalu yg kedua, sbg tuan yg hendak pergi ke luar negeri, dan nanti akan pulang, ini jg sebuah gambaran ttg Yesus yg akan naik ke surga & akan datang kembali ke dunia. Hal yg paling ditekankan dlm perumpamaan ini ialah satu hidup yg bertanggung jawab, terutama dlm hal mengelola harta yg Tuhan percayakan. Selain harta dlm pengertian harta kekayaan, jg harta dlm pengertian semua hal yg Yesus berikan pd semua rasul-Nya, diteruskan dari generasi ke generasi.

Ketiga, sbg Raja yg menghakimi, ini tentang akhir dr akhir zaman, adanya penghakiman yg terakhir, yg menentukan seseorg masuk surga atau tidaknya. Yg ditekankan dalam perumpamaan ini adalah bgmna kita harus hidup bkn sekedar menjd org baik, tapi juga jeli melihat org, dlm bbrpa hal, Yesus dalam perumpamaan ini memberi kategori orang yg ada di pihak-Nya, yg disebut ‘saudara-Ku yang paling hina’. Berbuat baik jgn pandang luarnya org itu, apalagi mereka yg sengaja dijauhi oleh masyarakat, dianggap sampah dan sejenisnya. Tuhan melihat dan menilai semua yg kita perbuat, jadi jgn berbuat baik demi sebuah keuntungan, ingin dibalas juga dgn kebaikan, ini bukan yg Tuhan inginkan. Ingatlah suatu hari, kita semua akan diadili Tuhan, mempertanggung jawabkan hidup dan perbuatan kita di hadapan-Nya, terima upah sesuai perbuatan kita.

3 peran Yrsus yaitu: sbg mempelai laki-laki, sbg tuan yg akan pergi dan pulang, sbg Raja yg menghakimi, biarlah ini jg mengingatkan kita utk hidup berkenan di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on 3 Peran Tuhan Yesus